Tidak perlu jauh-jauh ke restoran Italia untuk menikmati pizza yang renyah di luar dan lembut di dalam. Oven pizza rumahan kini makin terjangkau dan mampu mencapai suhu tinggi seperti oven profesional. Rahasia pizza enak bukan hanya resep, tetapi juga panas yang tepat. Suhu tinggi di atas 350 derajat adalah pembeda utama pizza rumahan biasa dengan pizza ala pizzeria.
Kenali Jenis-Jenis Oven Pizza
Ada oven pizza listrik, gas, dan kayu bakar. Oven listrik paling praktis dan mudah dikontrol suhunya, cocok untuk dapur apartemen. Oven gas dan kayu memberi aroma asap khas yang autentik. Untuk pemula, oven listrik dengan suhu maksimal 400 derajat adalah pilihan paling aman.
Gunakan Batu Pizza atau Baja Pizza
Batu pizza (pizza stone) atau baja pizza (pizza steel) menyimpan panas dan memindahkannya ke adonan dengan cepat, menghasilkan bagian bawah yang renyah. Panaskan batu minimal 45 menit sebelum memanggang. Baja pizza menghantarkan panas lebih cepat daripada batu, cocok untuk pizza tipis ala Neapolitan.
Siapkan Adonan dengan Benar
Gunakan tepung protein tinggi dan beri waktu fermentasi minimal 24 jam di kulkas untuk rasa yang lebih kaya. Adonan suhu ruang lebih mudah dibentuk dan mengembang sempurna. Fermentasi dingin semalaman adalah rahasia rasa adonan pizza restoran yang sulit ditiru.
Atur Suhu dan Waktu Memanggang
Panggang pada suhu maksimal oven Anda, biasanya 250–400 derajat, selama 5–10 menit tergantung ketebalan. Putar pizza di tengah waktu memanggang agar matang merata. Waktu memanggang yang singkat pada suhu tinggi mencegah topping menjadi gosong sebelum adonan matang.
Jangan Berlebihan Memberi Topping
Kesalahan pemula paling umum adalah menumpuk terlalu banyak topping sehingga adonan lembek di tengah. Gunakan saus secukupnya dan keju mozzarella berkualitas. Prinsip pizza Italia: sedikit bahan berkualitas selalu menang atas banyak bahan biasa.
Rawat Oven agar Awet
Bersihkan sisa tepung dan keju yang jatuh setelah oven dingin. Jangan mencuci batu pizza dengan sabun — cukup sikat kering. Simpan oven di tempat kering. Batu pizza yang tidak pernah dicuci sabun justru makin baik karena pori-porinya menyerap rasa dari waktu ke waktu.