Waspadai kesan mendesak

"Akunmu akan diblokir hari ini!" — kesan mendesak adalah senjata favorit penipu, karena terburu-buru mematikan nalar. Perusahaan serius tidak mengancam lewat email atau meminta data dengan tenggat hitungan menit. Dapat pesan yang mendesak? Tarik napas dan verifikasi lewat jalur lain sebelum bertindak.

Periksa pengirim yang sebenarnya

Arahkan kursor ke nama pengirim untuk melihat alamat email asli di baliknya. Bank memakai domain resmi — satu huruf meleset atau domain aneh sudah pasti penipuan. Waspadai juga sapaan generik seperti "pelanggan yang terhormat" di pesan yang mengaku dari bankmu.

Jangan pernah klik tanpa pikir

Tautan di email mencurigakan mengarah ke situs palsu yang mirip aslinya. Alih-alih mengeklik, ketik alamat bank atau layanan secara manual di browser. Di ponsel, tahan tautan untuk melihat tujuan sebenarnya sebelum membuka. Tiga puluh detik kehati-hatian lebih berharga daripada antivirus apa pun.

Lampiran: jebakan favorit

File .zip, .exe, atau "faktur" tak terduga bisa berisi virus pencuri data. Jangan pernah buka lampiran tak dikenal — konfirmasi ke pengirim lewat jalur lain dulu. Kalau ragu, hapus saja: email penting yang sah selalu bisa dikirim ulang.

Aktifkan verifikasi dua langkah

Meski password-mu bocor, penyusup tidak bisa masuk tanpa faktor kedua. Aktifkan verifikasi dua langkah di email, bank, dan media sosial — pilih aplikasi autentikator daripada SMS. Ini perlindungan terkuat sekaligus termurah yang ada.

Apa yang harus dilakukan jika terlanjur klik

Bertindak cepat tanpa malu: segera ganti password, aktifkan verifikasi dua langkah, dan hubungi bankmu jika sempat memasukkan data finansial. Penipu mengandalkan kelambanan korban. Bertindak dalam hitungan menit bisa jadi pembeda antara kaget sesaat dan kerugian nyata.

Tiga puluh detik kecurigaan menghemat berbulan-bulan sakit kepala. Bagikan panduan ini ke orang tersayang — penipu suka mengincar yang lengah.